Berakhirnya New START, Tantangan Baru Bagi Keamanan Nuklir Global

 

Berakhirnya New START, Tantangan Baru Bagi Keamanan Nuklir Global

Sejarah dan Esensi Perjanjian New START

New START adalah perjanjian pengurangan senjata nuklir antara Amerika Serikat dan Rusia yang resmi berakhir pada 5 Februari 2026 WIB. Kesepakatan ini menjadi satu-satunya perjanjian nuklir yang masih berlaku antara kedua negara. 

Fokus utamanya adalah membatasi hulu ledak strategis dan sistem peluncur nuklir agar tercipta stabilitas global. Perjanjian ini merupakan kelanjutan dari serangkaian kesepakatan sebelumnya, termasuk START I dan START II, yang digagas sejak era Perang Dingin. 

START I mulai berlaku pada 1994, sedangkan START II tidak pernah diterapkan karena ketegangan politik. New START diharapkan menjadi landasan baru untuk diplomasi nuklir setelah ratifikasi pada 2010 oleh Obama dan Medvedev.

New START mengatur jumlah maksimum hulu ledak strategis sebesar 1.550 per negara serta membatasi 800 unit sistem peluncur, termasuk ICBM, SLBM, dan pesawat pembom berat. Selain itu, perjanjian ini juga menyertakan mekanisme inspeksi bersama untuk memastikan kedua pihak mematuhi batasan yang telah disepakati.

Dampak Berakhirnya Perjanjian Nuklir

Berakhirnya New START membuka ketidakpastian terkait batasan persenjataan nuklir kedua negara. Tanpa perjanjian ini, Amerika Serikat dan Rusia tidak lagi terikat pada angka maksimum hulu ledak strategis mereka. Situasi ini memicu kekhawatiran perlombaan senjata nuklir yang tidak terkendali.

New START selama ini memberikan kepastian melalui pertukaran data dan inspeksi lapangan. Dengan berakhirnya kesepakatan, transparansi yang mencegah kesalahan perhitungan atau serangan prematur menjadi terancam. Kremlin menyebut kondisi ini "sangat buruk bagi keamanan global," mengingat risiko meningkatnya ketegangan nuklir.

Selain itu, ketidakpastian ini dapat memicu ketegangan tambahan di Eropa, yang selama ini bergantung pada payung nuklir AS. Banyak pemimpin Eropa menilai bahwa hilangnya kontrol ini memperbesar risiko konflik nuklir regional.

Peran Pemimpin dan Tantangan Diplomasi

Beberapa tokoh dunia, termasuk Paus Leo XIV dan mantan Presiden AS Obama, menyerukan agar perjanjian ini diperpanjang. Obama menekankan pentingnya mempertahankan kesepakatan untuk mencegah perlombaan senjata baru. Medvedev pun memperingatkan bahwa berakhirnya New START dapat mempercepat ancaman nuklir global. 

Presiden Donald Trump menanggapi situasi ini dengan sikap pragmatis. Ia menyebut bahwa jika perjanjian berakhir, pihaknya akan mencari kesepakatan baru, termasuk kemungkinan melibatkan China. 

Sementara itu, Putin sempat menawarkan agar Rusia tetap mematuhi ketentuan perjanjian selama satu tahun tambahan, tetapi tidak ada keputusan final yang diambil. Di tengah invasi Rusia ke Ukraina, hubungan Moskow dan Washington sempat memburuk. 

Rusia membatasi inspeksi AS pada lokasi strategis, namun tetap mematuhi batas hulu ledak. Sementara itu, ketentuan khusus terkait Ukraina dalam START I menjadi sorotan karena memastikan pelucutan senjata nuklir bekas Uni Soviet.

Tantangan Masa Depan dan Peran China

China muncul sebagai faktor baru dalam dinamika senjata nuklir global. Dengan perkiraan sekitar 600 hulu ledak, Beijing menolak dibatasi karena jumlahnya masih jauh lebih kecil dibanding AS dan Rusia. Pandangan ini menimbulkan tekanan pada pihak Barat untuk melibatkan China dalam kesepakatan baru.

Selain itu, Rusia kini memiliki senjata nuklir baru yang tidak tercakup oleh New START, termasuk rudal hipersonik Oreshnik dan drone nuklir Poseidon. Sementara itu, proposal AS seperti sistem pertahanan nuklir berbasis antariksa Golden Dome memicu kekhawatiran soal keseimbangan kekuatan nuklir dan prinsip kehancuran bersama.

Respons Eropa juga menjadi perhatian penting. Negara-negara seperti Jerman mempertimbangkan perlindungan nuklir dari Inggris dan Prancis jika payung nuklir AS dipertanyakan. Diskusi ini menandai fase baru ketidakpastian strategis yang menuntut keputusan diplomatik dan militer segera.

Lebih baru Lebih lama

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya
Berita Amanah dan Terpeercaya

نموذج الاتصال