Hujan Ekstrem Sebabkan Atap Rumah Warga Ambruk di Kota Bogor

 

Hujan Ekstrem Sebabkan Atap Rumah Warga Ambruk di Kota Bogor

Hujan Dini Hari Picu Ambruknya Rumah Warga di Tanah Sareal Bogor

Cuaca ekstrem kembali berdampak pada permukiman warga di Kota Bogor. Satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan serius setelah diguyur hujan deras yang terjadi pada dini hari. Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko bangunan tua di tengah intensitas hujan tinggi.

Kejadian tersebut berlangsung di wilayah Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal. Bagian rumah yang terdampak paling parah berada di area dapur akibat atap yang runtuh. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Bogor bergerak cepat menanggapi laporan warga. Petugas langsung melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kondisi aman. Langkah darurat pun segera dilakukan guna mencegah kerusakan lanjutan.

Kronologi Kejadian Saat Hujan Lebat Melanda Wilayah

Hujan dengan intensitas tinggi mulai mengguyur kawasan Tanah Sareal sejak dini hari. Peristiwa ambruknya atap rumah dilaporkan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, sebagian besar warga masih berada di dalam rumah.

Curah hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan struktur bangunan tidak mampu menahan beban. Atap dapur rumah tersebut akhirnya runtuh dan menimpa area di bawahnya. Beruntung, penghuni rumah tidak berada tepat di lokasi kejadian.

Laporan kejadian diterima BPBD tidak lama setelah insiden terjadi. Petugas langsung berkoordinasi dengan aparat setempat dan warga sekitar. Proses penanganan dilakukan pada pagi hari setelah kondisi hujan mereda.

Kondisi Bangunan dan Faktor Penyebab Ambruk

Selain hujan deras, faktor usia bangunan turut memengaruhi kejadian ini. Struktur atap diketahui sudah dalam kondisi lapuk sebelum insiden terjadi. Hal tersebut membuat daya tahan bangunan semakin melemah saat diguyur hujan.

Material kayu penyangga atap tidak lagi kokoh dan mengalami pelapukan. Ketika beban air hujan meningkat, struktur tersebut akhirnya gagal menopang atap. Kondisi ini menjadi penyebab utama runtuhnya bagian dapur rumah.

BPBD menilai kejadian ini sebagai kombinasi faktor cuaca dan kondisi bangunan. Pemeriksaan awal tidak menemukan unsur kelalaian lain. Namun, warga diimbau lebih waspada terhadap kondisi rumah masing-masing.

Penanganan BPBD dan Kondisi Penghuni Rumah

Petugas BPBD Kota Bogor segera melakukan asesmen di lokasi kejadian. Bersama warga sekitar, puing-puing bangunan yang runtuh disingkirkan. Area dapur yang terdampak kemudian ditutup menggunakan terpal sementara.

Penghuni rumah yang berjumlah lima orang memilih tidak mengungsi. Mereka tetap tinggal di rumah dengan mempertimbangkan kondisi bangunan lain yang masih aman. BPBD memastikan area berbahaya telah diamankan.

Tidak ditemukan korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian yang dialami bersifat materiil akibat kerusakan bangunan. Proses pendataan dan pelaporan telah diselesaikan oleh tim terkait.

Imbauan Kewaspadaan Menghadapi Cuaca Ekstrem

BPBD Kota Bogor mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. Intensitas hujan tinggi berpotensi memicu berbagai kejadian serupa. Pemeriksaan rutin kondisi rumah sangat disarankan.

Warga dengan bangunan tua diminta segera melakukan perbaikan jika ditemukan kerusakan. Atap, rangka kayu, dan struktur penyangga perlu mendapat perhatian khusus. Langkah pencegahan dinilai lebih aman dibanding penanganan darurat.

Selain itu, masyarakat diharapkan segera melapor jika menemukan potensi bahaya. Koordinasi cepat dengan pihak berwenang dapat meminimalkan risiko. Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci menghadapi cuaca ekstrem.

Lebih baru Lebih lama

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya
Berita Amanah dan Terpeercaya

نموذج الاتصال