Kutukan Final Piala AFF dan Harapan Baru Timnas Indonesia di 2026

 

Kutukan Final Piala AFF dan Harapan Baru Timnas Indonesia di 2026

Indonesia dan Kutukan Runner-Up di Piala AFF

Timnas Indonesia kembali menyandang status sebagai tim dengan jumlah runner-up terbanyak sepanjang sejarah Piala AFF. Dari 15 kali partisipasi, skuad Garuda enam kali harus puas finis di posisi kedua tanpa pernah mengangkat trofi juara.

Catatan tersebut memperlihatkan konsistensi Indonesia menembus partai puncak, namun belum mampu menuntaskan perjuangan. Final Piala AFF seolah menjadi batas psikologis yang selalu sulit dilewati oleh Merah-Putih.

Menjelang edisi 2026, sejarah panjang ini kembali menjadi sorotan. Publik berharap kutukan runner-up dapat dipatahkan melalui persiapan dan pendekatan baru.

Rekam Jejak Kekalahan Indonesia di Final

Indonesia pertama kali menjadi runner-up pada Piala AFF 2000. Saat itu, Thailand tampil dominan dan menutup final dengan kemenangan meyakinkan atas skuad Garuda. Kekalahan serupa terulang pada edisi 2002, 2016, dan 2020. 

Thailand kembali menjadi penghalang utama Indonesia dalam upaya meraih gelar perdana di kawasan Asia Tenggara. Selain Thailand, Singapura dan Malaysia juga pernah menghentikan langkah Indonesia. Singapura menang di final 2004, sementara Malaysia menaklukkan Indonesia pada partai puncak 2010.

Thailand Jadi Rival Paling Dominan

Thailand tercatat sebagai tim yang paling sering mengalahkan Indonesia di final Piala AFF. Empat kemenangan atas Indonesia membuat Gajah Perang menjadi lawan paling menyakitkan dalam sejarah final. 

Keunggulan Thailand bukan hanya soal kualitas pemain, tetapi juga konsistensi permainan dan mental juara. Hal tersebut kerap menjadi pembeda saat laga final berlangsung ketat. Dominasi Thailand inilah yang membentuk narasi panjang rivalitas regional. Indonesia berkali-kali mendekat, namun selalu terpeleset di momen penentuan.

Piala AFF 2026 dan Peta Kekuatan Grup

Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026. Proses pengundian grup akan digelar pada Kamis sore, menjadi awal resmi perjalanan turnamen. Indonesia ditempatkan di pot 3 bersama Filipina. 

Sementara itu, Thailand dan Vietnam menghuni pot 1 sebagai unggulan utama kompetisi. Malaysia dan Singapura berada di pot 2, sedangkan Myanmar dan Kamboja masuk pot 4. Pot 5 diisi Laos serta pemenang playoff Timor Leste kontra Brunei Darussalam.

Evaluasi dari Edisi Sebelumnya

Pada Piala AFF 2024, Indonesia gagal melangkah ke semifinal. Keputusan menurunkan tim U-23 membuat hasil akhir tidak sesuai ekspektasi publik. Di bawah arahan Shin Tae-yong, turnamen tersebut lebih difokuskan sebagai ajang pembinaan pemain muda. 

Namun, hasil ini tetap meninggalkan catatan evaluasi penting. Kegagalan tersebut menjadi pelajaran menjelang 2026. Pendekatan yang lebih seimbang antara regenerasi dan target prestasi kini dianggap krusial.

Era Baru Bersama John Herdman

Menuju Piala AFF 2026, Indonesia memasuki babak baru dengan kehadiran John Herdman sebagai pelatih kepala. Sosok berpengalaman ini diharapkan membawa perubahan signifikan. Herdman dikenal dengan pendekatan disiplin dan manajemen tim modern. 

Filosofinya diyakini mampu memperkuat mental dan struktur permainan Indonesia. Dengan sejarah panjang runner-up, tekanan besar kini mengiringi langkah tim Merah-Putih. Piala AFF 2026 menjadi peluang emas untuk mengubah cerita lama.

Lebih baru Lebih lama

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya
Berita Amanah dan Terpeercaya

نموذج الاتصال