
Indonesia berkeinginan menjadi pusat perdagangan emas atau bulion di kawasan Asia Tenggara. Hal ini terlihat dari perkembangan bisnis yang semakin pesat.bullion bank atau usaha perbankan emas di Negeri ini.
Setelah satu tahun beroperasi, bank emas di Indonesia telah mengelola sekitar 177 ton logam mulia. Secara rinci, PT Pegadaian memiliki pangsa terbesar dengan jumlah 153 ton dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI sebanyak 24 ton.
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya pada Sidang Tahunan MPR RI 14 Agustus lalu, menganggap bank emas RI sebagai salah satu lembaga yang mampu menjaga aset nasional. Keberadaanbullion bankjuga dianggap mampu memperkuat sistem keuangan, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Untuk memperkuat sektor bulion, para pelaku usaha dan industri membentuk Indonesia Bullion Market Association (IBMA) hari ini, Kamis (18/8). Peluncuran organisasi ini diharapkan menjadi wadah kerja sama antara pelaku industri dari hulu hingga hilir guna memperkuat ekosistem pasar bulion nasional, serta meningkatkan daya saing pasar bulion nasional di tingkat regional maupun global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, pembentukan IBMA merupakan tahap baru dalam perkembangan industri bulion di Indonesia. Airlangga menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi emas yang besar, namun tantangannya adalah memastikan emas tersebut dikelola secara dalam negeri agar menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
"IBMA diharapkan menjadi pemicu yang memperkuat kerja sama antar industri serta meningkatkan daya saing pasar bulion Indonesia," kata Airlangga di Jakarta, Kamis (20/8).
IBMA mencakup berbagai sektor industri mulai dari hulu hingga hilir, termasuk pertambangan emas dan manufaktur, proses pengolahan bijih menjadi emas batangan dan perak, hingga perusahaan yang menjual emas batangan.(bullion dealer)Kemudian terdapat perusahaan pembiayaan serta lembaga keuangan nonbank yang memiliki izin dalam bidang industri bulion dan bank bulion.
IBMA diharapkan dapat memperkuat peran bank emas dengan hadir sebagaiplatformstrategi yang mendorong ekosistem bulion Indonesia maju serta berkelanjutan memperkuat posisi Indonesia di pasar bulion regional.
Terdapat 11 perusahaan yang menjadi anggota IBMA, antara lain PT Pegadaian (Persero), Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), UBS Gold, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Selanjutnya yaitu Galeri 24, Brinks Solution Indonesia, dan ICDX Group. Diikuti oleh PT Central Mega Kencana (CMK) yang mengelola merek perhiasan Mondial, Frank & co., dan The Palace Jeweler) serta PT Sentral Kreasi Kencana (dikenal sebagai SKK Jewels) dan PT Laku Emas Indonesia.
Kepala Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian serta Ketua IBMA, Selfie Dewiyanti menyampaikan bahwa penguatan ekosistem bulion membuka kesempatan untuk pengembangan layanan yang berbasis emas, mulai dari tabungan, pembiayaan, perdagangan hingga penyimpanan. Ekosistem ini juga mampu memperluas pasar serta meningkatkan likuiditas emas di dalam negeri.
Dalam jangka panjang, IBMA berharap Indonesia berubah dari negara penghasil emas menjadi pusat perdagangan ataubullion hubdi wilayah. Pengembangan pasar emas juga merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengejar pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada tahun 2029 melalui pengolahan lanjutan.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah akan memperkuat sektor pengolahan emas, mengembangkan layanan keuangan berbentuk emas, menyempurnakan peraturan dan insentif pajak, serta menyesuaikan standar industri dengan praktik global.
Lembaga Emas Dunia mencatat bahwa Indonesia menghasilkan 104 ton emas pada tahun 2025, sehingga menempati posisi kesepuluh sebagai produsen emas terbesar di dunia. Bersamaan dengan itu, permintaan investasi emas global meningkat. Investasi melalui ETF emas mencatat kinerja terbaik kedua dalam sejarah, sementara permintaan emas batangan dan koin mencapai tingkat tertinggi dalam 12 tahun terakhir.
"Dengan sistem ekosistem yang semakin kokoh, Indonesia tidak hanya akan menjadi negara penghasil emas, tetapi juga berkembang menjadi pusat perdagangan dan jasa bulion," ujar Selfie.
