
Ringkasan Berita:
- Harga emas hari ini untuk produk-produk yang dikeluarkan oleh Antam, Galeri 24, serta UBS menunjukkan perubahan yang berbeda-beda.
- Logam mulia emas sering digunakan sebagai alat pelindung nilai atau aset yang aman karena mampu menjaga kekayaan dari pengaruh inflasi.
-- Harga emas kembali mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Sabtu 22 Agustus 2026.
Dan, informasi harga emas hari ini untuk produk dari Antam, Galeri 24, hingga UBS menunjukkan pergerakan yang berbeda-beda.
Logam mulia emas sering digunakan sebagai alat pelindung atau aset yang aman karena mampu menjaga nilai kekayaan dari pengaruh inflasi.
Secara umum, inflasi dapat diartikan sebagai kondisi di mana harga barang dan layanan meningkat secara bertahap dalam periode tertentu.
Sementara itu, harga emas global (XAU/USD) di pasar internasional terus mengalami perubahan yang cepat, dipengaruhi oleh kebijakan ekonomi, perkembangan geopolitik, fluktuasi nilai tukar dolar AS, serta tingkat permintaan pasar.
Dikutip dari logammulia.com, pada hari Sabtu pagi pukul 09.00 WIB, harga emas Antam dengan berat 1 gram yang sebelumnya mencapai Rp2.725.000 mengalami kenaikan sebesar Rp15.000 menjadi Rp2.740.000.
Sementara itu, menurut laporan dari galeri24.co.id, harga emas Galeri 24 untuk berat yang sama mengalami kenaikan kecil dari Rp2.698.000 menjadi Rp2.699.000.
Di sisi lain, harga emas UBS 1 gram di sistem Galeri 24 mengalami sedikit penurunan dari Rp2.772.000 menjadi Rp2.768.000.
Berikut adalah daftar harga emas pada hari ini secara lengkap:
Harga Emas Antam
- 0.5 gram Rp1.420.500
- 1 gram Rp2.740.000
- 2 gram Rp5.420.000
- 3 gram Rp8.105.000
- 5 gram Rp13.475.000
- 10 gram Rp26.895.000
- 25 gram Rp67.112.000
- 50 gram Rp134.145.000
- 100 gram Rp268.212.000
- 250 gram Rp670.265.000
- 500 gram Rp1.340.320.000
- 1000 gram Rp2.680.600.000
Harga Emas Galeri 24
- 0.5 gram Rp1.415.000
- 1 gram Rp2.699.000
- 2 gram Rp5.333.000
- 5 gram Rp13.234.000
- 10 gram Rp26.397.000
- 25 gram Rp65.637.000
- 50 gram Rp131.170.000
- 100 gram Rp262.211.000
- 250 gram Rp653.916.000
- 500 gram Rp1.307.831.000
- 1000 gram Rp2.615.662.000
Harga Emas UBS
- 0.5 gram Rp1.496.000
- 1 gram Rp2.768.000
- 2 gram Rp5.493.000
- 5 gram Rp13.575.000
- 10 gram Rp27.005.000
- 25 gram Rp67.380.000
- 50 gram Rp134.484.000
- 100 gram Rp268.861.000
- 250 gram Rp671.953.000
- 500 gram Rp1.342.328.000
Emas sebagai Alat Investasi Jangka Panjang
Biaya pendidikan yang terus naik setiap tahun memaksa masyarakat untuk mencari metode penyimpanan dana yang tidak hanya aman, tetapi juga dapat mempertahankan nilainya.
Kepala Divisi Pemasaran dan Penjualan Pegadaian Kanwil X Bandung, Anggi Andriani Puji Lestari, menyatakan bahwa investasi emas dianggap sebagai salah satu pilihan yang tetap layak dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, mulai dari biaya pendidikan hingga dana ibadah haji.
Menurut Anggi, emas memiliki sifat yang mampu mengikuti tingkat kenaikan harga atau inflasi.
Karena itu, menyimpan dana pendidikan dalam bentuk emas dianggap lebih menguntungkan dibandingkan hanya menyimpannya dalam bentuk uang tunai.
"Jika uang sebesar Rp100 juta hanya disimpan di rekening selama 20 tahun, nilainya tetap sama yaitu Rp100 juta. Namun biaya pendidikan bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat. Oleh karena itu, kemampuan membeli uang akan menurun," katanya kepada Tribunjabar.id, Senin (13/7/2026).
Berbeda jika dana tersebut diubah menjadi emas. Menurutnya, nilai emas cenderung naik dalam jangka panjang sehingga kemampuan pembeliannya tetap terjaga ketika dana tersebut digunakan pada masa mendatang.
"Jika Rp100 juta dibelikan emas, misalnya mendapatkan sekitar 50 gram, nanti ketika 20 tahun kemudian harga emas akan mengikuti kenaikan nilainya. Hal ini membuat emas cocok untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan," katanya.
Selain pendidikan, emas juga dianggap cocok sebagai persiapan dana untuk pelunasan haji, pembelian rumah, kendaraan, hingga dana pensiun.
Menurut Anggi, kenaikan harga barang akibat inflasi menjadi alasan utama mengapa masyarakat perlu menyimpan kekayaannya dalam bentuk aset yang nilainya terus meningkat.
Ia memberikan contoh, dulu uang sebesar Rp100 ribu bisa membeli banyak kebutuhan, sedangkan saat ini jumlah barang yang diperoleh jauh lebih sedikit.
Peristiwa ini menggambarkan penurunan kemampuan beli uang seiring berjalannya waktu.
"Emas mempertahankan nilai kekayaan kita. Jadi bukan hanya menyimpan uang, tetapi menjaga kemampuan untuk membeli barang di masa depan," katanya.
Lihat berita lain di KLIK >>> GOOGLE.NES
Beberapa artikel ini telah diterbitkan di TribunJabar.id
