Anggota Komisi XI DPR Minta OJK Jaga Kepercayaan Publik Saat IHSG Naik

Anggota Komisi XI DPR Minta OJK Jaga Kepercayaan Publik Saat IHSG Naik
Ringkasan Berita:
  • IHSG naik 10,51 persen sepanjang Juli 2026 hingga mencapai angka 6.236,13 meskipun ada ketidakpastian dalam perekonomian global.
  • Anggota Komisi XI DPR Fathi mengajak OJK memanfaatkan penguatan tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat reformasi, transparansi, integritas, serta tata kelola pasar modal.
  • Ia juga menginginkan komunikasi antara regulator dan investor diperkuat guna menjaga kepercayaan serta mendorong perkembangan pasar modal yang berkelanjutan.
 

, JAKARTA- Peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama bulan Juli 2026 menjadi kesempatan bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mempertahankan serta memperkuat keyakinan masyarakat terhadap pasar modal Indonesia.

Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Fathi menyatakan, penguatan IHSG harus diiringi dengan reformasi pasar modal, transparansi, integritas, serta tata kelola yang baik agar kepercayaan investor tetap terjaga dalam jangka panjang.

Data OJK menunjukkan bahwa IHSG pada Juli 2026 naik sebesar 10,51 persen dalam sebulan dan mencapai angka 6.236,13. Meskipun ada ketidakpastian di bidang ekonomi dan pasar keuangan global, ketahanan serta likuiditas pasar modal Indonesia tetap terjaga.

"Perkembangan pasar modal belakangan ini tentu merupakan hal yang menggembirakan. Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, kemampuan dalam menjaga kestabilan dan kepercayaan para investor menjadi sangat krusial. Kita melihat OJK bersama seluruh pihak terkait pasar modal terus berupaya untuk mempertahankan kepercayaan tersebut," ujar Fathi kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Fathi, kenaikan IHSG tidak seharusnya hanya dianggap sebagai pencapaian sementara. Penguatan ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat dasar pasar modal nasional serta meningkatkan kualitas pasar.

Ia mengajak OJK memastikan agenda reformasi tetap berjalan agar pertumbuhan pasar modal tidak hanya terlihat dari kenaikan indeks, tetapi juga dari peningkatan integritas dan tata kelola.

Beberapa agenda perubahan telah dilaksanakan oleh OJK bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Perubahan tersebut meliputi penguatan aturan free float, peningkatan kejelasan struktur kepemilikan saham, serta penguatan integritas dan tata kelola pasar modal.

"Yang perlu kita apresiasi adalah proses reformasi yang terus berjalan sambil menjaga stabilitas pasar. Pasar modal yang besar harus dibangun dengan integritas, transparansi, dan kepercayaan. Saya melihat arah kebijakan OJK saat ini menuju hal tersebut," katanya.

Dorong Pertukaran Informasi yang Jelas dengan Pemangku Kepentingan

Fathi juga menginginkan komunikasi antara regulator dan investor terus ditingkatkan. Keterbukaan mengenai arah kebijakan dan reformasi pasar modal dianggap penting untuk mempertahankan persepsi positif investor terhadap Indonesia. Fathi juga menekankan perlunya penguatan komunikasi antara regulator dan investor. Transparansi tentang kebijakan dan perubahan di pasar modal dinilai krusial dalam menjaga pandangan positif investor terhadap Indonesia. Fathi juga meminta agar hubungan komunikasi antara regulator dan investor tetap diperkuat. Keterbukaan terkait kebijakan dan reformasi pasar modal dianggap penting untuk menjaga keyakinan positif investor terhadap Indonesia.

OJK sebelumnya telah menyampaikan rencana perbaikan pasar modal Indonesia kepada lebih dari 100 investor internasional. Dalam acara tersebut, OJK juga menjelaskan rencana peningkatan proporsi free float secara bertahap hingga mencapai 15 persen.

"Di pasar keuangan, kepercayaan adalah aset yang sangat berharga. Oleh karena itu, komunikasi yang jujur terhadap investor, ditambah dengan perubahan nyata, menurut saya merupakan tindakan yang tepat," katanya.

Di sisi lain, Fathi menganggap perkembangan jumlah investor lokal sebagai salah satu aset penting dalam memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia.

Menurutnya, semakin besar partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa pasar modal semakin memainkan peran penting dalam sistem keuangan dan perekonomian negara.

"Pasar modal kita semakin berkembang dan semakin banyak warga Indonesia yang terlibat di dalamnya. Oleh karena itu, saya menilai tindakan OJK dalam menjaga stabilitas sekaligus memperkuat kualitas pasar merupakan pekerjaan yang penting bagi perekonomian nasional," ujarnya.

Fathi berharap tren kenaikan IHSG dapat terus berlanjut serta menjadi kesempatan untuk memperkuat keyakinan terhadap pasar keuangan Indonesia.

Ia menganggap pasar modal yang memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia usaha, khususnya melalui peningkatan akses terhadap pembiayaan dan investasi.

"Jika pasar semakin dipercaya, para investor merasa lebih aman, dan integritasnya semakin kokoh, manfaatnya akan kembali kepada perekonomian negara. Perusahaan mendapatkan akses pendanaan, investasi berkembang, dan pada akhirnya aktivitas ekonomi serta pengadaan lapangan kerja turut terdongkrak," katanya.

Fathi menegaskan, menjaga kepercayaan terhadap industri jasa keuangan bukanlah tugas yang mudah, khususnya ketika situasi ekonomi dan pasar global masih menghadapi berbagai ketidakpastian.

Oleh karena itu, ia menilai bahwa stabilitas pasar perlu berjalan seiring dengan reformasi agar pasar modal Indonesia semakin kuat, jelas, dan dapat dipercaya.

"Di tengah situasi global yang sulit saat ini, menjaga kepercayaan terhadap sektor jasa keuangan bukanlah hal mudah. Oleh karena itu, ketika stabilitas terjaga dan reformasi terus berlangsung, saya rasa pantas bagi kita memberikan apresiasi kepada OJK," tegasnya.

Lebih baru Lebih lama

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya
Berita Amanah dan Terpeercaya

نموذج الاتصال