Pemerintah Kota Palembang bersama mitra industri terus memacu pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) di kawasan Keramasan, Kertapati, sebagai salah satu solusi strategis terhadap persoalan sampah perkotaan sekaligus kebutuhan energi bersih.
Proyek ini kini berada pada fase konstruksi lanjutan setelah masuk dalam payung hukum Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, menandai komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pengelolaan sampah secara modern dan berkelanjutan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan bahwa percepatan pembangunan PSEL adalah bagian dari agenda prioritas nasional di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan progres konstruksi yang telah mencapai lebih dari 80 persen, proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026. Target ini tidak sekadar angka administratif; tetapi juga upaya nyata untuk menyelesaikan dua tantangan bersamaan: mengurangi timbunan sampah yang terus meningkat serta menghasilkan listrik yang ramah lingkungan.
PSEL Sebagai Solusi Lingkungan dan Ekonomi
Mengatasi Timbulan Sampah Kota
Setiap hari, Palembang menghasilkan ratusan hingga ribuan ton sampah yang perlu dikelola. Dengan daya tampung fasilitas PSEL yang mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari, proyek ini dirancang untuk meraih efisiensi dalam penanganan limbah padat perkotaan dan meminimalkan ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pendekatan ini sekaligus mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, dibandingkan dengan metode konvensional yang selama ini masih banyak bergantung pada penimbunan.
Usaha ini menjadi penting mengingat pertumbuhan jumlah penduduk serta konsumsi yang terus meningkat, yang berdampak pada lonjakan volume sampah. Dengan proses pengolahan yang tepat, sampah yang sebelumnya hanya menjadi beban lingkungan sekarang diberi peran baru sebagai sumber energi alternatif yang berkelanjutan.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Lokal
Proyek PSEL bukan sekadar instalasi pembangkit listrik yang berdiri sendiri; pemerintah setempat menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam setiap tahapannya.
Arahan ini dimaksudkan untuk memastikan proyek strategis nasional ini tidak hanya memberi manfaat teknis, tetapi juga dampak ekonomi langsung kepada masyarakat setempat melalui penciptaan lapangan kerja baru dan pengembangan keterampilan.
Selain itu, pihak pengembang juga didorong untuk membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah, seperti suplier lokal dan UMKM pendukung dalam ekosistem bisnis yang tumbuh di sekitar fasilitas PSEL. Pendekatan ini diharapkan mampu menggairahkan sektor ekonomi lokal dengan basis nilai tambah yang lebih luas.
Pelatihan dan Pengembangan Kapasitas Tenaga Kerja
Salah satu aspek penting dari persiapan operasional PSEL adalah peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang pengelolaan sampah dan energi alternatif.
Untuk itu, sebanyak puluhan warga dari Palembang dan wilayah Sumatera Selatan telah mengikuti pelatihan teknologi pengolahan sampah menjadi energi di luar negeri, termasuk program di China yang difasilitasi oleh pihak pengembang proyek. Pelatihan ini dirancang untuk mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten saat fasilitas beroperasi penuh nantinya.
Program pelatihan ini juga menciptakan ruang bagi masyarakat lokal untuk menguasai teknologi baru, memperluas peluang karier di sektor energi bersih, serta memfasilitasi transfer teknologi yang penting untuk pertumbuhan industri nasional lainnya.
Tantangan dan Arah Pengembangan PSEL
Integrasi Teknologi Ramah Lingkungan
Implementasi proyek PSEL tidak hanya soal penyelesaian fisik konstruksi, tetapi juga memastikan bahwa sistem yang diadopsi ramah lingkungan dan efisien.
Pemerintah kota bersama pengembang terus berdiskusi tentang teknologi yang akan digunakan, dengan fokus mengurangi emisi, polusi, dan dampak negatif terhadap sekitar. Teknologi yang digunakan diharapkan memenuhi standar internasional dan dapat menjadi model bagi pengembangan PSEL di wilayah lain di Indonesia.
Kerja Sama Wilayah Penyangga
Selain integrasi teknologi, pemerintah kota Palembang telah melakukan komunikasi awal dengan wilayah sekitar seperti Ogan Ilir dan Banyuasin untuk memastikan adanya pasokan sampah yang berkelanjutan serta potensi kerja sama dalam rantai nilai pengelolaan sampah.
Kerja sama semacam ini merupakan langkah strategis yang memperluas skala dampak proyek dan menumbuhkan sinergi antar wilayah.

