Dirut Pertamina Temui Menteri Keuangan
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Keuangan pada Jumat siang. Kedatangan Simon bertujuan untuk menyampaikan sejumlah laporan penting mengenai kondisi dan rencana korporasi Pertamina.
Ia menegaskan bahwa pembahasan ini bersifat strategis, terutama terkait langkah-langkah restrukturisasi yang tengah dipersiapkan. Pantauan media menunjukkan Simon tiba sekitar pukul 13.42 WIB, disambut staf Kemenkeu di Jakarta Pusat.
Ia terlihat membawa dokumen yang diduga terkait rencana integrasi bisnis anak usaha Pertamina. Sesi pertemuan ini diharapkan memberi arah bagi kebijakan yang memengaruhi operasi perusahaan. Menurut Simon, pertemuan ini menjadi forum untuk menginformasikan Menteri Keuangan tentang rencana korporasi yang kompleks.
Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah agar aksi bisnis berjalan lancar dan sesuai aturan. Diskusi juga memungkinkan membahas aspek insentif fiskal yang relevan dengan rencana restrukturisasi.
Rencana Integrasi Anak Usaha Pertamina
Salah satu topik utama adalah integrasi operasional tiga anak usaha Pertamina. Perusahaan yang terlibat antara lain PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Pertamina Patra Niaga, dan Pertamina Internasional Shipping (PIS).
Tujuan integrasi ini adalah memperkuat sinergi di bisnis hilir dan meningkatkan efisiensi operasional. Simon menjelaskan integrasi akan mencakup penyatuan beberapa fungsi strategis untuk menekan biaya dan memaksimalkan produktivitas.
Langkah ini juga bertujuan memperkuat struktur korporasi agar lebih adaptif terhadap dinamika pasar energi nasional. Rencana ini dianggap sebagai strategi besar Pertamina untuk mendukung kemandirian energi Indonesia. Selain itu, integrasi diharapkan mendorong koordinasi lebih baik antara unit-unit bisnis yang selama ini berjalan terpisah.
Kementerian Keuangan menjadi mitra penting dalam memastikan langkah ini sejalan dengan regulasi dan kebijakan fiskal. Simon menegaskan bahwa pendekatan ini tidak hanya bersifat operasional tetapi juga memiliki implikasi finansial jangka panjang.
Diskusi Insentif Pajak dan Dukungan Pemerintah
Selain integrasi, topik lain yang dibahas adalah kemungkinan insentif dari pemerintah. Simon berharap Kemenkeu dapat mempertimbangkan dukungan fiskal yang relevan dengan aksi korporasi Pertamina. Insentif ini dianggap penting untuk mendorong kelancaran proses restrukturisasi bisnis hilir.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sikap menolak pemberian insentif pajak untuk merger atau restrukturisasi BUMN. Pernyataan ini muncul menanggapi permintaan serupa dari CEO Danantara, Rosan Roeslani, beberapa waktu lalu.
Meski demikian, Simon menekankan bahwa Pertamina tetap akan menyampaikan kebutuhan strategisnya secara terbuka. Diskusi mengenai insentif ini menegaskan perlunya koordinasi antara perusahaan dan pemerintah.
Pertamina harus memastikan rencana integrasi sesuai dengan regulasi pajak dan kebijakan fiskal yang berlaku. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan implementasi aksi korporasi dapat berjalan lancar tanpa hambatan regulasi.
Langkah Strategis Pertamina ke Depan
Integrasi anak usaha menjadi langkah strategis dalam memperkuat bisnis hilir Pertamina. Perusahaan menargetkan peningkatan efisiensi operasional sekaligus menyiapkan struktur yang lebih fleksibel. Strategi ini dianggap krusial untuk menghadapi tantangan pasar energi yang semakin dinamis.
Simon menekankan bahwa koordinasi dengan Kemenkeu akan mempermudah eksekusi rencana jangka panjang. Dengan dukungan pemerintah, Pertamina berharap langkah restrukturisasi memberi dampak positif bagi perusahaan dan negara. Selain itu, integrasi ini juga diharapkan meningkatkan daya saing Pertamina di kancah energi global.
Ke depan, Pertamina akan terus memantau proses integrasi dan menyesuaikan strategi bisnisnya sesuai kebutuhan. Perusahaan menegaskan komitmen untuk transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Langkah ini sekaligus menjadi sinyal kesiapan Pertamina dalam mengelola bisnis hilir secara profesional dan efisien.

