Operasi SAR Longsor Bandung Barat, 4 Jenazah Ditemukan di Hari Ketiga

 

Operasi SAR Longsor Bandung Barat, 4 Jenazah Ditemukan di Hari Ketiga

Evakuasi Hari Ketiga Longsor di Pasirlangu

Tim SAR gabungan kembali melakukan operasi pencarian di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Aktivitas evakuasi sempat terganggu karena hujan deras pada siang hari. Operasi hari ini fokus mengevakuasi korban yang terkubur akibat longsor.

Cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR. Pada pagi hari kondisi cukup cerah, namun hujan deras terjadi sekitar pukul 10.00 hingga 11.00. Akibatnya, pencarian sempat dihentikan sementara demi keselamatan petugas di lapangan.

Meski demikian, tim SAR berhasil mengangkat empat jenazah dari lokasi longsor. Evakuasi ini menambah jumlah korban yang berhasil ditemukan sejak operasi dimulai, menunjukkan progres pencarian meski cuaca kurang bersahabat.

Jumlah Korban yang Ditemukan dan Penanganannya

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 29 body bag. Penambahan empat jenazah hari ini menunjukkan kerja keras tim SAR gabungan di lapangan. Semua korban langsung dibawa ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat.

Di posko DVI, jenazah akan melalui proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga korban. Syafii menegaskan bahwa proses identifikasi sepenuhnya menjadi kewenangan pihak kepolisian. Informasi terbaru menyebutkan 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diterima keluarga.

Penanganan korban di lapangan dilakukan secara hati-hati untuk memastikan keselamatan petugas dan menjaga integritas jenazah. Semua prosedur evakuasi mengacu pada standar operasional SAR dan koordinasi dengan pihak berwenang.

Tantangan Cuaca dan Keselamatan Tim SAR

Cuaca menjadi faktor penting dalam operasi SAR longsor ini. Meskipun pagi hari relatif cerah, hujan deras yang turun mendadak memaksa tim menghentikan pencarian sementara. Petugas tetap siaga menunggu kondisi aman untuk melanjutkan evakuasi.

Keselamatan tim SAR menjadi prioritas utama selama pencarian. Longsor susulan dan medan licin menjadi risiko tinggi bagi petugas di lapangan. Penggunaan peralatan SAR standar dan koordinasi dengan posko utama membantu meminimalkan risiko.

Meski menghadapi tantangan cuaca, tim SAR tetap berkomitmen melanjutkan pencarian hingga semua korban berhasil ditemukan. Kerja keras ini menunjukkan profesionalisme dan dedikasi tinggi dalam penanganan bencana.

Proses Identifikasi dan Serah Terima Korban

Setiap jenazah yang dievakuasi langsung dibawa ke Puskesmas Desa Pasirlangu untuk proses identifikasi DVI. Langkah ini memastikan data korban tercatat dengan benar sebelum diserahkan ke keluarga. Identifikasi meliputi verifikasi dokumen dan rekam medis yang sesuai standar kepolisian.

Polisi memiliki kewenangan penuh dalam menentukan identitas korban. Badan SAR Nasional hanya berfokus pada proses evakuasi dan keselamatan petugas. Koordinasi yang baik antara Basarnas dan pihak kepolisian mempercepat proses identifikasi dan penyerahan jenazah.

Hingga hari ketiga operasi, 17 korban telah diidentifikasi dan diterima keluarga. Proses ini dilakukan dengan hati-hati dan profesional untuk memastikan tidak terjadi kesalahan administrasi atau prosedur hukum.

Lebih baru Lebih lama

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya
Berita Amanah dan Terpeercaya

نموذج الاتصال