
Ringkasan Berita:
- Perusahaan Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mencatatkan kinerja yang baik pada tahun 2025 berkat penguatan transformasi serta pengelolaan risiko yang lebih baik.
- Perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp176,96 miliar dengan total aset senilai Rp10,28 triliun setelah penerapan peningkatan proses bisnis melalui PSAK 117.
- Tingkat kelayakan keuangan perusahaan mencapai 133,38 persen pada tahun 2025, meningkat dibandingkan 132,83 persen pada tahun 2024.
, JAKARTA –Perusahaan Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re mencatatkan peningkatan kinerja yang signifikan sepanjang tahun 2025 dengan menghasilkan laba bersih sebesar Rp176,96 miliar.
Angka ini meningkat dibandingkan Rp27,46 miliar pada tahun 2024, dengan total aset perusahaan mencapai Rp10,28 triliun setelah penerapan penguatan proses bisnis melalui PSAK 117. Penerapan PSAK 117 (IFRS 17) juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyajian kinerja keuangan Perusahaan pada tahun 2025.
Standar akuntansi ini memperkenalkan pendekatan baru dalam pengakuan pendapatan, kewajiban, dan laba yang didasarkan pada jasa perlindungan yang telah disampaikan (service provided), sehingga meningkatkan kejelasan dalam pelaporan keuangan.
Pelaksanaan PSAK 117 tidak mengubah dasar operasional maupun alur kas perusahaan, tetapi memperbaiki cara pencatatan dan penyajian laporan keuangan agar lebih sesuai dengan standar global.
Indikator kesehatan keuangan Perusahaan tetap stabil dengan tingkat solvabilitas sebesar 133,38 persen pada tahun 2025, meningkat dibandingkan 132,83 persen pada tahun 2024.
"Hasil ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan modal sesuai aturan yang berlaku, sekaligus mendukung pengelolaan risiko secara berkelanjutan," ujar Direktur Utama Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat, 21 Agustus 2026.
Perusahaan mengimplementasikan berbagai inisiatif guna menciptakan dasar bisnis yang lebih baik, fleksibel, dan berkelanjutan baik dalam aspek reasuransi umum maupun jiwa.
Di bidang Reasuransi Umum, Indonesia Re terus mengembangkan alat pricing berbasis data serta memperkuat tata kelola underwriting dan istilah kontrak untuk memastikan setiap risiko yang diterima memiliki tingkat profitabilitas yang dapat diukur.
Perusahaan juga memperkuat penerapan disiplin underwriting dengan menyesuaikan harga serta ketentuan sesuai sifat risiko masing-masing atau perjanjian reasuransi, dan berkontribusi pada peningkatan kualitas portofolio serta mendorong pertumbuhan kinerja perusahaan pada tahun 2025.
Perkuat Kualitas Portofolio
Dalam bisnis reasuransi jiwa, Indonesia Re menitikberatkan pada peningkatan kualitas portofolio dengan menggunakan proses penerimaan yang didasarkan pada hasil studi pengalaman, harga yang kuat, prinsip kehati-hatian (underwriting yang bijaksana), serta pertimbangan keberlanjutan portofolio.
Strategi ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan perlindungan nasabah dan tingkat risiko yang bisa diterima oleh Perusahaan, terutama dalam bisnis yang memiliki paparan risiko kematian jangka panjang.
Perusahaan secara terus-menerus memantau kinerja portofolio serta melakukan evaluasi yang dapat diukur terkait struktur retensi, ketentuan reasuransi, dan profitabilitas portofolio, sehingga setiap tindakan perbaikan dapat diterapkan secara tepat guna untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi, kualitas risiko, dan kelangsungan bisnis.
Robbi Yanuar Walid menyatakan, tahun 2025 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan, tetapi perusahaan mampu meningkatkan kinerjanya.
Menurutnya, prestasi kinerja pada tahun 2025 merupakan hasil dari transformasi yang dilakukan secara konsisten dengan memprioritaskan kualitas perkembangan.
"Seluruh rencana yang kami lakukan berfokus pada kualitas portofolio, pengelolaan risiko yang hati-hati, serta penguatan kemampuan organisasi," kata Robbi, dilaporkan dari pernyataan resmi perusahaan, Jumat, 21 Agustus 2026.
Optimasi Struktur Perlindungan Risiko
Robbi menjelaskan, dalam hal Retrosesi, pihaknya memaksimalkan struktur perlindungan risiko secara lebih selektif dengan menyesuaikan kebutuhan kapasitas, tingkat risiko yang dapat diterima, serta kebijakan penerimaan perusahaan.
Perbaikan struktur retrosesi non-proporsional dilakukan guna meningkatkan efisiensi biaya perlindungan terhadap risiko-risiko yang jarang terjadi tetapi memiliki dampak besar.
Selama tahun 2025, pemanfaatan kuota tahun fiskal proporsional dalam portofolio Fire & Engineering terus ditingkatkan untuk mendukung pengelolaan modal yang lebih efisien.
Di sisi lain, strategi pengelolaan investasi tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dengan menerapkan pendekatan investasi yang bijaksana, investasi berbasis risiko, optimisasi portofolio, investasi berkelanjutan, serta penguatan Manajemen Kewajiban Aset (ALM) untuk mempertahankan keseimbangan antara risiko dan keuntungan investasi.
Perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan investasi pada tahun 2025 sebesar Rp427,28 miliar, meningkat dibandingkan pendapatan investasi tahun 2024 yang mencapai Rp335,78 miliar. Prestasi ini mencerminkan pemanfaatan strategi portofolio investasi yang telah dilakukan oleh Perusahaan.
Pihak terkait juga memperkuat tata kelola teknologi dengan melakukan modernisasi pusat data, perangkat infrastruktur dan keamanan, penerapan Security Operations Center (SOC), penguatan infrastruktur data, optimalisasi pusat pemulihan bencana (DRC), pembaruan platform Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia (HCMS), serta pengembangan model bencana (Perils Hub).
Perusahaan terus melanjutkan pengembangan yang berkelanjutan dan peluncuran RIU Connect 2.0 di berbagai modul operasional, serta memperkuat tata kelola data (data governance) dan kualitas data guna mendukung penerapan PSAK 117 (IFRS 17).
Untuk memastikan pengelolaan layanan TI dan keamanan informasi, perusahaan menjaga sertifikasi ISO 20000 dan ISO 27001 serta penerapannya.
