Pendidikan Gratis Berasrama Jawaban Negara Atasi Anak Tidak Sekolah
Program Sekolah Rakyat disiapkan pemerintah sebagai jawaban atas masih tingginya jumlah anak yang belum menikmati pendidikan formal. Skema pendidikan gratis berasrama ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera dan kelompok rentan putus sekolah.
Pemerintah menempatkan program ini sebagai fondasi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas. Sekolah Rakyat dirancang tidak sekadar sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai sistem perlindungan sosial.
Melalui pendekatan berasrama, negara memastikan kebutuhan dasar peserta didik terpenuhi secara menyeluruh. Pendidikan, pengasuhan, dan pembinaan karakter menjadi satu kesatuan program.
Kementerian Sosial menjadi salah satu motor penggerak utama dalam pelaksanaan program ini. Pemerintah menilai pendidikan gratis dan berkualitas merupakan kunci memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Oleh karena itu, Sekolah Rakyat ditempatkan sebagai program strategis jangka panjang.
Latar Belakang Lahirnya Program Sekolah Rakyat
Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, menyebut gagasan Sekolah Rakyat berangkat dari kondisi lapangan yang masih memprihatinkan. Angka anak tidak sekolah dinilai masih tinggi, terutama akibat tekanan ekonomi keluarga. Situasi ini membuat penurunan kemiskinan berjalan lebih lambat dari target.
Sebagian besar anak putus sekolah berasal dari rumah tangga miskin yang kesulitan membiayai pendidikan. Negara kemudian hadir melalui Sekolah Rakyat untuk menutup celah tersebut. Pendidikan gratis berasrama dipandang sebagai solusi paling komprehensif.
Program ini juga dirancang agar anak tidak hanya kembali ke sekolah, tetapi mampu bertahan hingga lulus. Lingkungan berasrama memberi ruang pembinaan karakter dan pendampingan intensif. Dengan demikian, risiko putus sekolah dapat ditekan secara signifikan.
Implementasi Awal dan Tahapan Pengembangan
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat Rintisan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026. Pemerintah memanfaatkan fasilitas milik negara yang telah direnovasi untuk mendukung operasional sekolah. Pendekatan ini dipilih agar program bisa berjalan cepat dan efisien.
Saat ini, tercatat sebanyak 165 Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di berbagai daerah. Sekolah-sekolah tersebut menjadi model awal sebelum pembangunan gedung khusus dimulai. Pemerintah menargetkan pembangunan fisik permanen dimulai pada 2026.
Perluasan jangkauan Sekolah Rakyat direncanakan berlangsung hingga 2029. Targetnya adalah menjangkau lebih banyak wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi. Pemerintah memastikan program ini berkembang secara bertahap dan terukur.
Sekolah Rakyat dalam Kerangka Asta Cita Nasional
Sekolah Rakyat sejalan dengan Asta Cita keempat yang menitikberatkan pada penguatan kualitas SDM. Program ini diposisikan sebagai gerakan edukasi nasional yang melibatkan banyak sektor. Tujuannya adalah menciptakan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
Program ini juga berfungsi sebagai pendukung berbagai kebijakan prioritas Presiden. Mulai dari penguatan data sosial, pengentasan kemiskinan, hingga layanan kesehatan dan jaminan sosial. Sekolah Rakyat menjadi simpul penghubung berbagai program tersebut.
Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci keberhasilan program ini. Pemerintah menekankan pentingnya sinergi agar dampak Sekolah Rakyat terasa optimal. Dengan pendekatan terpadu, pendidikan dan kesejahteraan dapat berjalan beriringan.
Peluncuran Nasional dan Dukungan Pakar Pendidikan
Peluncuran nasional Sekolah Rakyat dijadwalkan berlangsung pada 12 Januari 2026. Lokasi acara dipusatkan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. Momentum ini menandai komitmen negara dalam memperluas akses pendidikan setara.
Kegiatan peluncuran mengusung tema “Obor Masa Depan Menantang Dunia” dengan tagline “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara”. Tema tersebut merefleksikan semangat membangun generasi unggul sejak dini. Pemerintah berharap pesan ini dapat diterima luas oleh masyarakat.
Sejumlah pakar pendidikan dijadwalkan terlibat dalam diskusi kebijakan. Mereka akan membahas arah dan urgensi Sekolah Rakyat ke depan. Pandangan akademis diharapkan memperkuat kualitas implementasi program.

