Pencarian 23 Anggota Marinir Tertimbun Longsor di Bandung Barat Terus Berlangsung

 

Pencarian 23 Anggota Marinir Tertimbun Longsor di Bandung Barat Terus Berlangsung

Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun

Bencana longsor terjadi di Desa Soreang, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menimpa sejumlah personel Marinir. Saat ini tercatat 23 anggota Marinir dilaporkan tertimbun material longsor. Kegiatan pencarian pun segera dilakukan untuk menyelamatkan mereka yang masih terjebak.

KSAL Laksamana Muhammad Ali menyampaikan perkembangan terbaru mengenai insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa empat anggota Marinir telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Pihak berwenang masih berupaya menemukan sisa personel yang belum ditemukan.

Ali menekankan bahwa operasi pencarian berlangsung di tengah kondisi yang menantang. Faktor cuaca dan medan yang sulit menjadi hambatan utama. Namun, proses evakuasi tetap berjalan dengan memanfaatkan teknologi modern.

Kendala Pencarian dan Evakuasi

Salah satu kendala yang dihadapi tim pencarian adalah akses menuju lokasi yang sempit. Jalan yang terbatas membuat alat berat sulit masuk ke area longsor. Kondisi ini memaksa tim untuk mencari alternatif pencarian yang lebih fleksibel.

Selain itu, cuaca hujan dan tanah labil semakin menyulitkan proses evakuasi. Ali menyebut bahwa meskipun demikian, tim penyelamat terus berupaya untuk mencapai lokasi. Keamanan tim menjadi prioritas utama dalam operasi ini.

Tim penyelamat memanfaatkan teknologi canggih untuk mendukung pencarian. Drone dilengkapi sensor thermal dan anjing pelacak digunakan untuk mendeteksi keberadaan anggota Marinir yang tertimbun. Pendekatan ini dianggap efektif meski alat berat belum bisa masuk.

Strategi Teknologi untuk Pencarian

Penggunaan drone memungkinkan tim memantau lokasi dari udara secara real-time. Teknologi thermal membantu mendeteksi panas tubuh manusia di bawah material longsor. Pendekatan ini menjadi alternatif yang vital di tengah medan yang sulit.

Selain itu, keberadaan anjing pelacak sangat membantu mengidentifikasi posisi korban yang mungkin tersembunyi di bawah puing. Ali menegaskan bahwa kombinasi teknologi dan kemampuan personel merupakan kunci keberhasilan pencarian.

Pihak TNI Marinir terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar. Semua langkah diambil secara hati-hati demi keselamatan tim dan korban. Operasi pencarian diprediksi berlangsung beberapa hari hingga seluruh anggota berhasil ditemukan.

Lebih baru Lebih lama

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya
Berita Amanah dan Terpeercaya

نموذج الاتصال