Dinamika Penjualan BYD Sepanjang 2025
Pertumbuhan penjualan sebesar 7,1 persen pada 2025 menandai fase baru bagi BYD yang sebelumnya mencatat kenaikan di atas 40 persen. Situasi ini mengindikasikan bahwa perusahaan mulai memasuki tahap konsolidasi setelah ekspansi pesat sejak awal dekade.
Pasar domestik China tetap menjadi fondasi utama, meski laju pertumbuhannya mulai melandai. Pada awal tahun, manajemen BYD memasang target penjualan yang cukup ambisius, yakni 5,5 juta unit kendaraan.
Bahkan, sempat muncul optimisme internal bahwa angka tersebut bisa menembus 6 juta unit. Namun, mendekati akhir tahun, target tersebut direvisi menjadi sekitar 4,6 juta unit seiring perubahan kondisi pasar global.
Perlambatan paling terasa terjadi pada kuartal terakhir tahun ini. Penjualan mobil penumpang di bulan Desember tercatat sekitar 414 ribu unit, turun lebih dari 12 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Fenomena ini memperlihatkan tekanan pasar yang mulai jenuh terhadap insentif besar dan persaingan harga yang semakin ketat.
Performa Produk Listrik dan PHEV
Struktur penjualan BYD sepanjang 2025 menunjukkan keseimbangan yang menarik antara kendaraan listrik murni dan plug-in hybrid. Sekitar 2,25 juta unit berasal dari mobil listrik penuh, sementara 2,28 juta unit lainnya disumbang model PHEV.
Strategi dua segmen ini terbukti efektif dalam menjaga volume penjualan. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke kendaraan listrik murni.
Dari sisi teknis, BYD mampu memanfaatkan integrasi rantai pasok baterai untuk menekan biaya produksi. Namun demikian, margin keuntungan tetap menghadapi tekanan akibat kompetisi ketat di kelas menengah.
Jika dibandingkan dengan tren historis, pertumbuhan tahun lalu menjadi satu-satunya yang tidak mencapai dua digit dalam lima tahun terakhir. Dalam konteks industri otomotif global, kondisi ini lebih mencerminkan normalisasi pasar dibandingkan sinyal pelemahan struktural.
Kontribusi Pasar Ekspor dan Tantangan Ke Depan
Salah satu catatan positif datang dari performa penjualan BYD di luar China. Sepanjang 2025, volume ekspor mencapai sekitar 1,04 juta unit kendaraan. Bahkan, pada Desember, penjualan internasional melonjak lebih dari 130 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kawasan Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika Latin menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. Keberhasilan ini tidak terlepas dari penyesuaian produk terhadap regulasi lokal serta preferensi konsumen di masing-masing wilayah.
Langkah membangun fasilitas produksi dan jaringan distribusi di luar negeri juga memperkuat daya saing BYD. Ke depan, tantangan utama BYD tidak lagi sebatas mengejar volume penjualan.
Fokus perusahaan diperkirakan akan bergeser ke aspek profitabilitas, efisiensi produksi, serta diferensiasi teknologi. Tahun 2025 menjadi titik penting yang menandai transisi BYD dari fase ekspansi agresif menuju pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan matang.

