Letusan Gunung Lewotobi Laki Laki Lumpuhkan Transportasi dan Paksa Ribuan Warga Mengungsi

Letusan Gunung Lewotobi Laki Laki Lumpuhkan Transportasi
Erupsi Besar Lumpuhkan Bandara dan Paksa Evakuasi Massal

Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi dengan letusan besar pada Selasa, 17 Juni 2025.

Semburan abu vulkanik mencapai ketinggian hingga 11 kilometer, menyelimuti wilayah sekitar dan mengakibatkan gangguan besar terhadap transportasi udara serta menimbulkan kekhawatiran akan dampak lanjutan. Status gunung pun dinaikkan ke tingkat awas, peringatan tertinggi dalam skala pemantauan aktivitas vulkanik.

Abu Tebal dan Erupsi Susulan

Letusan pertama terjadi pada sore hari dan langsung menghasilkan kolom abu pekat yang membumbung tinggi ke atmosfer. Sejumlah wilayah di sekitar lereng gunung langsung terdampak oleh hujan abu.

Tak lama kemudian, terjadi erupsi susulan di malam hari, meskipun tidak sebesar letusan pertama. Suasana mencekam menyelimuti desa-desa sekitar gunung, terutama karena aktivitas vulkanik ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Aktivitas vulkanik yang intens memaksa otoritas untuk segera mengambil langkah cepat demi keselamatan warga. Zona bahaya diperluas dan masyarakat di sekitarnya diperintahkan untuk segera mengungsi menjauh dari radius berbahaya.

Tiga Bandara Ditutup, Penerbangan Kacau

Dampak letusan ini menjalar hingga sektor transportasi udara. Tiga bandara utama di Pulau Flores—Maumere, Ende, dan Bajawa—ditutup total. Keputusan tersebut diambil setelah abu vulkanik terdeteksi mengarah ke jalur penerbangan, yang bisa membahayakan mesin pesawat.

Bandara-bandara besar di wilayah timur Indonesia juga terkena imbas, termasuk Bandara Ngurah Rai di Bali yang membatalkan puluhan jadwal penerbangan.

Maskapai domestik dan internasional terdampak secara langsung. Penumpang terlantar di terminal, dan rencana perjalanan ribuan orang terganggu. Belum diketahui pasti kapan penerbangan bisa kembali normal, mengingat abu vulkanik masih terdeteksi di udara.

Ribuan Warga Mengungsi ke Tempat Aman

Lebih dari 4.000 warga dari desa-desa di sekitar kaki Gunung Lewotobi telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah daerah membuka sejumlah posko darurat dan menyediakan logistik dasar seperti makanan, selimut, dan air bersih. Banyak pengungsi adalah lansia, anak-anak, dan ibu hamil yang memerlukan penanganan khusus.

Walau belum ada laporan korban jiwa, kondisi pengungsian masih penuh tantangan. Beberapa warga mengeluhkan sesak napas akibat paparan abu, dan tenaga medis terus disiagakan di lapangan. Pemerintah pusat mengirimkan bantuan dana dan logistik untuk membantu para pengungsi bertahan selama masa krisis.

Potensi Bahaya Lanjutan dan Tanggapan Pemerintah

Gunung Lewotobi dikenal sebagai gunung api aktif yang sering mengalami erupsi. Letusan kali ini berpotensi memicu bahaya lanjutan seperti banjir lahar hujan.

Apalagi, wilayah sekitar tengah memasuki musim penghujan, sehingga hujan yang turun dapat melarutkan material vulkanik di lereng gunung dan menghanyutkannya ke pemukiman warga melalui sungai-sungai.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area sungai yang berhulu dari puncak gunung. Zona rawan bencana diperluas hingga 8 kilometer dari kawah. Petugas dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan relawan dikerahkan untuk memantau situasi dan membantu distribusi logistik.

Riwayat Aktivitas dan Kekhawatiran Publik

Gunung Lewotobi Laki-Laki telah beberapa kali meletus sepanjang tahun ini. Namun letusan kali ini dianggap paling dahsyat karena kolom abunya mencapai ketinggian ekstrem.

Masyarakat sekitar mulai cemas akan kemungkinan letusan susulan yang lebih besar. Mereka juga khawatir akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, pertanian, dan akses ekonomi.

Para ahli vulkanologi terus memantau pergerakan magma dan tekanan dalam gunung menggunakan peralatan seismik dan pemantauan udara. Meski tidak bisa diprediksi secara pasti, kewaspadaan tetap tinggi karena tanda-tanda aktivitas belum sepenuhnya mereda.

 

Lebih baru Lebih lama

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya

ads

Berita Amanah dan Terpeercaya
Berita Amanah dan Terpeercaya

نموذج الاتصال